Sabtu, 19 Agustus 2017

80 Tanya Jawab Ringan Seputar Kurban (Bagian 2)

Sebelumnya : 80 Tanya Jawab Ringan Seputar Kurban (Bagian 1)


21. Bagaimanakah doa menyembelih hewan kurban?

Orang yang menyembelih mengucapkan, Allaahumma hadza ‘anni wa ‘an ahli baiti “Ya Allah ini (hewan sembelihan) dariku dan dari keluargaku.” Sebagaimana riwayat yang tsabit dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

22. Bolehkah menggabungkan antara aqiqah dan kurban?

Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat antara satu dengan yang lain. Kalangan Hanabilah dan Muhammad bin Ibrahim, Mufti Arab Saudi di masanya membolehkan hal ini.

23. Bolehkah menggabungkan antara nadzar dengan kurban?

Tidak boleh menggabungkan antara nadzar dan kurban. Hal ini karena hukum keduanya berbeda satu sama lain. Masalah nadzar lebih ketat hukumnya daripada yang lainnya, karena manusia mewajibkan sesuatu atas dirinya sendiri, bukan Allah yang mewajibkan kepadanya.

24. Apakah satu hewan kurban cukup untuk satu keluarga?

Satu hewan kurban cukup untuk satu keluarga berapapun jumlahnya.

25. Bolehkah satu hewan kurban untuk suami yang punya dua istri?

Seorang suami yang punya dua istri atau lebih, satu hewan kurban cukup untuk semuanya. Sebagaimana yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berudhiyah untuk seluruh istrinya.

26. Bagaimana jika dalam satu rumah ada orang yang bukan termasuk anak?

Jika ada anak yatim atau keponakannya, dan mereka itu makan minum bersama dalam satu rumah, maka satu kurban sudah cukup untuk semuanya.

27. Bagaimana jika dalam satu rumah ada saudara?

Di sini ada rincian tentangnya:
  • Jika keduanya di rumah yang terpisah, maka masing-masing berkurban.
  • Jika dalam satu rumah, maka satu hewan kurban cukup untuk semuanya.

28. Bagaimana jika masing-masing anaknya sudah menikah?

Rincian tentang hal ini adalah sbb:
  • Jika anak-anak itu berkumpul dalam satu rumah, maka kurban ayahnya sudah mencukupi untuk semuanya.
  • Jika tinggal terpisah, maka ia berkurban sendiri jika mampu. Ini adalah lebih utama. Namun jika ia melihat bahwa hal ini bisa berpengaruh kepada perasaan orang tuanya, dan kadangkala orang tua tersinggung atas hal itu, maka tidak apa-apa udhiyah ayahnya untuk dirinya dan keluarganya. Hal ini karena mereka adalah satu keluarga.

29. Bagaimana kurbannya orang yang meninggalkan shalat?

Orang yang meninggalkan shalat tidak halal sembelihannya. Landasannya adalah dikarenakan kafirnya orang yang meninggalkan shalat. Baik itu karena penolakan (alasan kafirnya orang yang meninggalkan shalat menurut kesepakatan ulama) atau karena peremehan (menurut pendapat yang shahih dari mereka).

30. Bagaimana dengan perihal tasmiyah (membaca basmalah) dan bertakbir atas hewan kurban?

Disyaratkan untuk bertasmiyah dan disunnahkan untuk bertakbir. Kemudian menyebutkan siapa yang diinginkan dari nama keluarganya. Walaupun dengan sebutan menyeluruh, seperti mengatakan, “Dan dari keluargaku”. Maka hal ini tidaklah mengapa.

31. Bagaimana kalau menyebutkan nama seorang yang meninggal dunia dari keluarganya ketika berkurban?

Diperbolehkan untuk menyebutkan nama orang yang sudah meninggal ketika berkurban. Misalnya dengan mengatakan, “Ya Allah, ini dariku dan dari keluargaku yang masih hidup dan yang sudah meninggal.” Sebagaimana yang disebutkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya, mencakup yang hidup dan yang sudah mati.

32. Bagaimana hukum wasiat hewan kurban dari seorang yang sudah meninggal?

Di sini ada beberapa bahasan:
  • Jika dari sepertiga hartanya cukup untuk alokasi hewan kurban, maka kurbannya dilaksanakan.
  • Jika tidak cukup dari sepertiga hartanya, maka anaknya disunnahkan untuk berkurban atasnya, akan tetapi ini tidak wajib. Walaupun wasianya tidak dilaksanakan, maka tidak berdosa. Kurban ini dikategorikan sebagai bentuk baktinya seorang anak setelah meninggalnya orang tua.

33. Bagaimana kurbannya seorang yang tinggal di negeri yang tata cara penyembelihannya tidak syar’i?

Barangsiapa yang berada di negeri seperti ini (seperti di Barat), maka ia boleh mengirim uang kepada keluarganya dalam rangka mewakilkan kurbannya. Ia pun harus menahan untuk tidak memotong rambut dan kukunya layaknya orang yang berkurban.

34. Apa yang seharusnya dilakukan oleh orang yang ingin berkurban?

Barangsiapa yang ingin berkurban, hendaknya tidak memotong rambut dan kukunya saat masuk pada 10 awal bulan Dzulhijah. Ini berlandaskan pada hadits Ummu Salamah: “Apabila kalian telah melihat hil├ól bulan dzulhijjah, dan salah seorang diantara kalian berkeinginan berkurban maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya.” Dan didalam satu lafazh baginya, “Apabila telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian berkeinginan untuk berkurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kulitnya sedikitpun juga (hingga ia selesai menyembelih).”

35. Bagaimana dengan hukum mandi, memakai wangi-wangian, menyisir rambut atau selainnya?

Setiap hal yang tidak disebutkan dalam hadits Ummu Salamah, maka hal itu tidak dilarang. Maka dibolehkan untuk mandi, menyisir rambut, memakai wangi-wangian, mengenakan baju, jima’, memakai pacar, dan selainnya.

36. Apakah keluarga yang ikut kurban juga harus membiarkan kuku dan rambutnya untuk tidak dipotong?

Keluarga tidak diharuskan melakukan hal ini. Keharusan itu berlaku bagi orang yang berkurban, yaitu orang yang membelinya dan yang berkurban dengannya.

37. Bagaimana hukum seorang yang lupa, tidak membiarkan rambut dan kukunya tumbuh?

Orang yang berada dalam kondisi seperti ini tidak apa-apa, dikarenakan keumuman dalil yang melandasi hal ini bahwa orang yang lupa tidak berdosa.

38. Bagaimana hukum seorang yang menyengaja memotong kuku dan rambutnya?

Seorang yang melakukan perbuatan ini hukumnya dosa. Dia harus bertaubat dan istighfar. Kemudian ia tetap berkurban dan tidak ada kafarat baginya. Sebagaimana seorang yang berbuat hal-hal haram. Sesungguhnya hukum asal ibadah adalah tidak membatalkan dan diharuskan bertaubat.

39. Apakah orang yang berhaji juga melakukan kurban?

Udhiyah (kurban) diwajibkan selain kepada orang yang berhaji. Adapun orang yang berhaji, para ahlul ilmu berbeda pendapat atasnya. Yang kuat adalah tidak wajib. Tidak didapati dari para sahabat yang berhaji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa mereka berkurban. Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim rahimahumallah dan sekumpulan ahlul ilmi merajihkannya.

40. Bolehkah berkurban dengan selain dari hewan ternak?

Selain hewan ternak tidak dibolehkan untuk kurban. Dari sini maka tidak dibolehkan berkurban dengan ayam, kuda, kijang, atau hewan-hewan sejenisnya.

Selanjutnya : 80 Tanya Jawab Ringan Seputar Kurban (Bagian 3)


EmoticonEmoticon