Selasa, 07 Februari 2017

Kisah Nyata Relawan Gempa Aceh Yang Diberi Kemudahan Oleh Allah

Ini adalah kisah nyata seorang kawan Relawan Posko KPA TriengGadeng Pidie jaya, beliau dari jakarta dengan kerelaanya berangkat dengan biaya sendiri menunaikan tugas tugas kerelawananya, kemudian dengan keahlianya berbahasa aceh dan menyopir mobil beliau manfaatkan dengan maksimal keberadaanya di posko.


Tidak ada hari yg berlalu kecuali beliau manfaatkan untuk menolong korban bencana gempa dan mentrauma beberapa korban dari anak anak sampai dewasa, beliau dahulu ditugaskan di salah satu dayah di sekitar pidie jaya di awal tugasnya di pesantren beliau, sehingga beliau sangat menguasai bahasa Aceh.

Qadarulloh dalam masa hampir sebulan tibalah beliau kembali ke jakarta karena ada acara besar di pesantren tempat beliau belajar dulu Reuni akbar, beliaupun pamit, saya sebagai ketua harian posko tentu tidak mengetahui kebutuhan beliau, karena memang beliau tidak pernah memberitahukan, beliau sudah tidak ada ongkos pulang ke jakarta, dan memang posko tidak pernah memberi fasilitas tiket perjalanan pada para relawan, akan tetapi tetap kebijakan saya beliau saya kasih uang sekedarnya 500ribu, kebetulan waktu itu posko dan seluruh distribusi bantuan dan keuangan dikendalikan sementara  oleh Akhi Helmi sebagai pengganti saya yg sedang pulang ke Medan, maka saya bermusyawarah dengan kawan-kawan internal posko yg memutuskan untuk memberi uang tali kasih yang jelas tidak cukup untuk beliau pulang ke Jakarta.

Sampai saya dengar kisahnya dari sumber A1, bahwa beliau menghitung hitung pulang dengan mengendarai Bus, 500ribu tadi hanya sampai pekanbaru saja, kemudian beliau mengurung diri di kamar posko KPA hampir selama 10 jam beliau membaca Al-qur'an dan wirid pendatang kemudahan.

Dengan ketulusan dan bermodal tawakal beliau terus memohon dan menyandarkan segala kebutuhanya dan keluh kesahnya kepada Allah Jalla wa 'ala.

Waktupun semakin dekat dengan acara Reuni Akbar yg harus beliau ikuti di Solo dan beliau juga pasrah tidak ada menghubungi saya secara langsung (saya di Medan, beliau di Tringgadeng) untuk meminta tambahan biaya pulang ke Jakarta, maka Subhanallah dengan tanpa disangka-sangka dan semua dalam rencana dan Qudroh Allah bagi hambaNya yg selalu menyandarkan urusan hidupnya kepadaNya, maka pagi itu setelah beliau berada di kamar hampir 10 jam lamanya mengumandangkan lantunan Ayat-ayat Al-qur'an dan wirid harian, Allah mendatangkan pertolongaNya berupa hadirnya seorang Ikhwah Banda Aceh yang dengan tiba-tiba menawarkan ongkos pulang ke jakarta melalui dinas perhubungan kusus untuk Relawan, dari trienggadeng disediakan Bus gratis ke Banda Aceh, dari banda aceh ke jakarta pesawat gratis, dan dari bandara diantar lagi sampai ke rumahnya.

Sungguh rencana yg penuh kelelahan dengan naik bus dan mungkin menumpang kendaraan barang, karena beliau menghindari meminta ke posko dan menghindari membebani posko, akhirnya berbuah kemanisan yg diberikan oleh Allah langsung dengan jalaNya yg tidak disangka sangka,.........

Ikhwah siapa yang bertawakal kepadaNya maka Allah akan berikan jalan keluar bagi urusanya dan akan diberi solusi dari arah yang tidak disangka sangka.......Allahu Akbar.......

Oleh : Aryanto Fathuddin

Sumber : group WA Posko KPA, Gempa Aceh.


EmoticonEmoticon