Senin, 23 Januari 2017

Jangan Menunggu Waktu Berlalu


Ketakutan akan akhir zaman tak lebih menakutkan akan ketakutan akhir ajal. Kapanpun bisa terjadi yang boleh jadi hitungan waktunya lebih awal. Tidak ada bekal kecuali yang telah mempersiapkan dari awal. Perhatikan setiap mereka yang menyongsong ajal penuh sesal. Ingin sekali ditambah usia beramal. Menebus waktu dan tenaga yang tidak maksimal.

Berlatihlah bersedekah barang yang baru. Sekalipun berat rasanya dan sedikit yang mampu. Jika belum mampu, berlatihlah bersedekah barang yang layak sekalipun bukan baru. Jika belum mampu, bersedekahlah dengan barang rongsok, sekalipun kadang diiringi rasa malu.

Mereka yang tidak terlatih bersedekah yang baru. Akan berat bersedekah sekalipun mampu. Mereka yang tidak terlatih bersedekah barang layak sekalipun tidak baru. Akan berat bersedekah sekalipun mampu. Dan mereka yang tidak terlatih bersedekah barang rongsok tapi laku. Akan berat bersedekah sekalipun mau.

Akhirnya rumah penuh barang yang memenuhi gudang, garasi, kamar, dapur sampai ruang tamu. Tak terasa berjalannya waktu dan kesempatan berpahala pun berlalu.

Saudaraku......
Selama masih ada waktu. Jangan pernah lagi menunda berlalu. Selama masih ada tenaga. Jangan menunggu tua dan habis usia. Selama masih ada harta. Jangan menunggu kaya. Atau menunggu rongsok baru berpikir menjadi pahala. Berpahala bersedekah dengan yang baru tak kan pernah tergantikan dengan yang lama. Sekalipun keduanya bermakna. 

Baarokallohufiikum.


EmoticonEmoticon